Kulit Sehat
[Kesehatan]Kulit Sehat
Assalamualaikum Ibu Nita, Ibu Lira dan Ibu Hamdi, yang ragu ke
dokter kulit karena takut ketergantungan dan takut kulitnya menjadi
tipis; demikian informasi yang diketahui dari teman-temannya yang pernah
perawatan ke dokter kulit. Apa memang perlu kita merawat kulit seperti
itu? Juga beberapa pertanyaan berkaitan dengan kesehatan kulit,
fungsinya, hingga pentingnya perawatan kulit yang perlu dilakukan.
Gambaran kulit sehat yang cerah, segar, halus, bersih dan kenyal,
adalah dambaan seorang orang, khususnya wanita. Sekecil apapun noda,
flek, komedo, atau jerawat, tak luput dari pantauan mata setiap wanita
kala berkaca di depan cermin. Begitu ditemukan ada yang salah dengan
kulitnya, serta merta ia akan menutupi dan berupaya mencari solusinya.
Tapi apa ya definisi kulit sehat? Tak berlebihan jika kulit -
sebagai salah satu organ tubuh terluas dan terluar yang membentengi diri
kita dari berbagai pengaruh lingkungan dan mikroorganisme - dikatakan
merupakan cermin kesehatan seseorang. Berbagai fungsi penting dilakukan
oleh kulit: sebagai sistem pertahanan tubuh, sistem imun, indera perasa,
pengatur suhu tubuh, fungsi absorpsi (penyerapan), sekresi (fungsi
kelenjar minyak dan hormon), ekskresi (fungsi kelenjar keringat dan
pembuangan racun tubuh), dan fungsi regenerasi. Semua fungsi tersebut
berjalan dengan sangat kompleks dan saling berkaitan.
Nah, kulit yang sehat tentunya adalah kulit yang dapat terpelihara
fungsinya dengan baik. Kulit yang sehat juga berarti kulit tanpa
penyakit atau kelainan kulit. Sekarang, bagaimana kita bisa mendapatkan
kulit yang sehat, adalah pekerjaan rumah yang kedengarannya mudah,
tetapi pada kenyataannya seringkali sulit dipraktekkan.
Berbagai alasan sering terdengar, dari yang tidak perduli, malas,
tidak sempat, atau mungkin tidak melakukan perawatan karena katanya
perawatan kulit ini mahal, dan sebagainya. Sebenarnya alasan-alasan
tersebut tidak berdasar, jika kita menyadari betul pentingnya merawat
kulit untuk kesehatan yang dimulai sejak dini, setiap hari. Seperti
halnya kebutuhan kita untuk makan, demikian pula halnya kebutuhan kulit
untuk makan. Kulit sehat harus diupayakan.
Apa yang sudah kita lakukan sehari-hari sesungguhnya sudah bagian
dari merawat kulit. Dari mulai kita mandi, membersihkan wajah, kemudian
memakai pelembab/moisturiser, body lotion, dan tabir surya (sunblock).
Tiga langkah membersihkan, melembabkan, dan melindungi (proteksi) inilah
yang minimal harus kita kerjakan setiap hari untuk kulit kita.
Kebersihan kulit adalah hal pertama yang tidak bisa ditawar-tawar
untuk kulit sehat. Kulit yang kotor rentan terjadi komedo, jerawat,
milia, dan kelainan kulit lainnya. Dengan pelembab, kulit akan terhindar
dari kekeringan. Kulit kering selain kasar dan tidak nyaman, juga
rentan terhadap iritasi, luka dan keriput. Kemudian pelindung, bertujuan
melindungi kulit dari paparan ultraviolet sinar matahari dan radikal
bebas yang bersifat merusak sel-sel kulit.
Banyak produk perawatan kulit yang bisa dilirik. Tidak perlu mahal,
yang penting sesuai dengan usia, jenis kulit (normal, kering, berminyak
atau kombinasi), kebutuhan atau permasalahan kulit yang ada. Jika
bingung, jangan segan-segan diskusikan dengan dokter kulit anda untuk
membantu menentukan perawatan yang sesuai.
Setiap anda memiliki karakteristik kulit yang unik, dengan
kebutuhan yang berbeda-beda. Kesehatan kulit tidak saja bergantung pada
kulit itu sendiri, tetapi juga berkaitan dengan usia, status kesehatan,
hormon, lingkungan (ultraviolet, polusi, asap rokok, dsb), pekerjaan,
gizi, psikis/stress emosional, dan gaya hidup. Sehingga jika misalnya
anda datang dengan masalah kulit, biasanya dokter akan melakukan
pendekatan personal (personalized therapy). Pada kasus yang sma,
penanganan, proses dan respons pengobatan akan berbeda-beda pada setiap
orang.
Jika ada yang mengatakan, bahwa sekali kita merawat ke dokter
kulit, maka kita akan ketergantungan dengannya, sesungguhnya pendapat
ini tidak perlu ada, jika kita memahami betul arti kesehatan kulit
dengan berbagai faktor yang mempengaruhinya. Ibarat rumah kita yang
perlu setiap hari dibersihkan, demikian pula kulit kita perlu
dibersihkan dan dirawat setiap hari.
Jika kita sudah merawat dan kulit kita sudah bagus/sehat, kemudian
kita berhenti merawatnya, tentunya kulit kita akan kembali kusam dan
tidak sehat. Karena tanpa kita sadari, setiap waktu kulit kita tidak
dapat menghindar dari pengaruh negatif yang berasal dari luar/lingkungan
maupun dari dalam tubuh. Sehingga perawatan kulit itu sebaiknya tanpa
henti, tidak saja perawatan dari luar, tetapi juga dari dalam tubuh,
termasuk nutrisi dan suplemen/vitamin yang cukup.
Begitu pula jika dikatakan perawatan kulit akan membuat kulit kita
tipis; adalah tidak benar. Justru sebaliknya, yang dilakukan oleh dokter
kulit bertujuan untuk terus memelihara regenerasi sel-sel, hingga
didapatkan struktur kulit dengan sel-sel dan jaringan penunjang kulit
yang lebih sehat, kenyal dan kuat. Hal ini dibuktikan secara medis dan
dapat dilihat mikroskopis perbedaannya, antara sebelum dan sesudah
perawatan.
Kalau dulu mungkin kita kurang perhatian karena merasa tidak pernah
memiliki masalah dengan kulit, tetapi ketika usia mendekati kepala 3,
bingung dengan masalah kulit datang satu persatu, dari mulai kulit
kering, kasar, kusam, flek, jerawat batu, sampai kerut-kerut halus.
Mengapa? Hal ini terjadi karena dengan merambahnya usia, fungsi kulit
menurun, termasuk fungsi metabolisme dan regenerasi sel-sel. Untuk itu,
memang pada usia ini perawatan perlu dilakukan lebih intens.
Perawatan peremajaan kulit (skin rejuvenation), adalah perawatan
kulit yang dianjurkan untuk usia 30 tahun ke atas. Dengan program Skin
Health Restoration yang biasa dilakukan oleh dokter kulit, diharapkan
kulit dapat dikembalikan fungsinya seperti pada kulit remaja, melalui
perawatan kontinu dan terprogram (terdiri dari tahap koreksi, perbaikan
dan pemeliharaan/maintenance).
Memang rasanya kita tidak mungkin mengharapkan kulit kita sebagus
ketika kita bayi atau remaja, namun setidaknya tentu kita ingin memiliki
kulit yang bersih, cerah, dan segar bukan? Mengapa tidak?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar