Jumat, 31 Oktober 2014

Kulit sehat


7 Ciri-ciri kulit wajah sehat


Ciri kulit wajah sehat

Wajah cantik ?, penting. Kulit wajah sehat ?, tentu sangat dan lebih penting. Anda boleh sepakat dengan pernyataan diatas. Meskipun ada diantara anda yang lebih memilih memiliki wajah cantik daripada kulit sehat, akan tetapi saya kenyataannya banyak juga yang lebih memilih kesehatan daripada sekedar kecantikan.

Ciri-ciri kulit wajah harus dikenali oleh siapapun, baik pria maupun wanita karena masalah kulit kerap kali dianggap sebagai masalah remeh temeh. Tidak sedikit orang yang menganggap masalah kulit sebagai masalah yang tidak perlu dipikirkan.

Padahal, ternyata kulit merupakan indikator dari kesehatan organ tubuh manusia secara keseluruhan. Sistem metabolisme tubuh manusia mudah sekali direspon perubahannya oleh kulit. Bahkan faktor emosi seperti kesal serta kecemasan berlebih juga berdampak pada kesehatan kulit.

Bahkan, untuk kasus-kasus tertentu, pada wanita dengan keluhan haid tidak lancar juga berpengaruh pada kulitnya. Sepeti muncul jerawat di dagu atau pipi kiri dan juga kulit wajah cenderung kusam meski telah menggunakan berbagai produk kecantikan.

Ciri-ciri Kulit wajah sehat

Selanjutnya, mari kita kenali kulit wajah kita masing-masing. Apakah kulit yang menempel di wajah kita ini sudah termasuk sehat. Atau hanya nampak cantik/tampan namun tersimpan masalah yang harus segera diobati.

7 Ciri-ciri kulit wajah sehat :

  • Kulit lebih berwarna
    Maksud dari kulit lebih berwarna disini adalah bukan tentang warna hitam atau putih. Akan tetapi kulit yang sehat itu cenderung berwarna dan tidak pucat.

  • Kulit bebas noda
    Kulit yang sehat tidak memiliki noda bekas jerawat dan bahkan bintik-bintik jerawat batu. Karena jika terdapat bintik-bintik kecil pada wajah bisa jadi hal tersebut merupakan sebuah tanda-tanda penuaan dini yang harus segera diantisipasi dan diatasi.

  • Kulit wajah berseri-seri
    Cara mengenali wajah sehat dengan ciri-ciri ini lebih mudah. Karena wajah berseri-seri bukan hanya terkait dengan karakter seseorang tersebut. Akan tetapi juga berkaitan dengan kesehatan kulit seseorang tersebut.

  • Permukaan kulit lembut
    Kulit wajah sehat juga tampak secara kasat mata dengan melihat dan meraba permukaan kulit tersebut. Jika permukaan kulit lembut, halus dan mulus, hampir bisa dipastikan jika kulit tersebut lebih sehat.

  • Kulit wajah lembab
    Lembab bukan berarti berminyak. Kulit wajah lembab tampak segar, tidak kering juga tidak kusam karena penuh dengan minyak.

  • Kulit kenyal
    Nah, untuk ciri-ciri yang ini pembuktiannya harus dipegang atau sedikit mencubit. Kulit bermasalah ketika dipegang tidak langsung kembali atau membekas. Sedangkan kulit wajah sehat lebih kenyal dan lentur.

  • Kulit tanpa keluhan sakit
    Ciri-ciri terakhir adalah kulit dengan tanpa keluhan penyakit apapun. Baik itu komedo, panu, kudis kurap atau bahkan jerawat meradang, yaitu jerawat bandel yang tidak sembuh-sembuh.

Berikut ini gambar penampang kulit normal sebagai referensi tambahan untuk mengenali struktur dan anatomi kulit manusia.

penampang kulit anatomi manusia

gambar penampang kulit manusia



Intinya, kesehatan kulit wajah dan kulit secara keseluruhan harus dijaga semaksimal mungkin. Bukan hanya untuk orang-orang dengan profesi sebagai publik figur. Siapapun berkewajiban menjaga kesehatan kulitnya.

Banyak konsumsi sumber makanan kaya anti-oksidan, minum air putih/mineral minimal 2ltr per-hari dan untuk pengobatan bagi kulit dengan berbagai keluhan kurang sehat bisa konsumsi secara rutin minuman herbal ekstrak kulit manggis.

Mandi sehat juga ada cara nya lho

Mandi sudah jadi kebiasaan umum untuk kita tentunya. Tapi sedikit dari kita yang benar-benar tahu, bagaimana mandi yang tepat seharusnya. Ternyata, cara mandi dapat mempengaruhi kesehatan tubuh dan kulit kita. Mandi dengan benar membantu menunjang kondisi tubuh agar tetap fit serta membantu menjaga kondisi kulit agar tetap baik. Jadi bagaimana sebenarnya cara mandi yang tepat itu? Perhatikan urutan bagian tubuh yang disirami boy in bathtub Supaya Sehat, Mandi Juga Ada Caranya Lho! Kebanyakan dari kita terbiasa mengawali mandi dengan langsung mengguyurkan air ke seluruh badan begitu saja. Entah mulai dari kepala, wajah ataupun pundak. Ternyata cara ini tidaklah baik dampaknya. Apa sebabnya? Hawa panas tubuh dan hawa dingin menjadi tidak seimbang karena terperangkapnya hawa panas dalam tubuh. Dengan mandi seperti itu, hawa panas yang seharusnya bisa keluar melalui rongga-rongga di bagian atas tubuh seperti telinga, mulut dan hidung, akan tetap berada di dalam tubuh. Proses yang seharusnya dilakukan adalah mulai menyirami atau membasahi tubuh dari ujung jari kaki (kanan dan kiri) ke arah atas sampai lutut. Setelah itu berlanjut mulai menyirami dari lutut hingga bagian perut. Kemudian menyirami bagian perut hingga ke pundak. Selanjutnya siram dari ujung jari tangan (kanan dan kiri) hingga pundak, dan terakhir lanjutkan menyiram bagian leher hingga ke kepala. Masing-masing langkah dalam urutan tersebut sebaiknya dilakukan minimal 3 kali, untuk memberikan waktu yang cukup bagi hawa panas tubuh untuk naik dari satu bagian ke bagian lain. Menyikat gigi bisa dilakukan setelah semua urutan tersebut selesai. Anda mungkin akan merasa merinding saat menyiram bagian perut dan dada. Ini dikarenakan proses bergeraknya hawa panas dari bawah ke atas. Jangan heran juga jika Anda merasa sedikit pusing pada saat menyiram kepala, karena pada saat itu hawa panas keluar melalui rongga-rongga yang ada di bagian atas tubuh. Cara mandi seperti ini membantu Anda meningkatkan kesehatan, terutama bagi yang sering terserang masuk angin, flu, panas dalam dan reumatik. Sangat dianjurkan juga mandi dengan air hangat untuk membantu melemaskan otot-otot yang tegang

kulit sehat

Kulit Sehat [Kesehatan]Kulit Sehat

Assalamualaikum Ibu Nita, Ibu Lira dan Ibu Hamdi, yang ragu ke dokter kulit karena takut ketergantungan dan takut kulitnya menjadi tipis; demikian informasi yang diketahui dari teman-temannya yang pernah perawatan ke dokter kulit. Apa memang perlu kita merawat kulit seperti itu? Juga beberapa pertanyaan berkaitan dengan kesehatan kulit, fungsinya, hingga pentingnya perawatan kulit yang perlu dilakukan.
Gambaran kulit sehat yang cerah, segar, halus, bersih dan kenyal, adalah dambaan seorang orang, khususnya wanita. Sekecil apapun noda, flek, komedo, atau jerawat, tak luput dari pantauan mata setiap wanita kala berkaca di depan cermin. Begitu ditemukan ada yang salah dengan kulitnya, serta merta ia akan menutupi dan berupaya mencari solusinya.
Tapi apa ya definisi kulit sehat? Tak berlebihan jika kulit - sebagai salah satu organ tubuh terluas dan terluar yang membentengi diri kita dari berbagai pengaruh lingkungan dan mikroorganisme - dikatakan merupakan cermin kesehatan seseorang. Berbagai fungsi penting dilakukan oleh kulit: sebagai sistem pertahanan tubuh, sistem imun, indera perasa, pengatur suhu tubuh, fungsi absorpsi (penyerapan), sekresi (fungsi kelenjar minyak dan hormon), ekskresi (fungsi kelenjar keringat dan pembuangan racun tubuh), dan fungsi regenerasi. Semua fungsi tersebut berjalan dengan sangat kompleks dan saling berkaitan.
Nah, kulit yang sehat tentunya adalah kulit yang dapat terpelihara fungsinya dengan baik. Kulit yang sehat juga berarti kulit tanpa penyakit atau kelainan kulit. Sekarang, bagaimana kita bisa mendapatkan kulit yang sehat, adalah pekerjaan rumah yang kedengarannya mudah, tetapi pada kenyataannya seringkali sulit dipraktekkan.
Berbagai alasan sering terdengar, dari yang tidak perduli, malas, tidak sempat, atau mungkin tidak melakukan perawatan karena katanya perawatan kulit ini mahal, dan sebagainya. Sebenarnya alasan-alasan tersebut tidak berdasar, jika kita menyadari betul pentingnya merawat kulit untuk kesehatan yang dimulai sejak dini, setiap hari. Seperti halnya kebutuhan kita untuk makan, demikian pula halnya kebutuhan kulit untuk makan. Kulit sehat harus diupayakan.
Apa yang sudah kita lakukan sehari-hari sesungguhnya sudah bagian dari merawat kulit. Dari mulai kita mandi, membersihkan wajah, kemudian memakai pelembab/moisturiser, body lotion, dan tabir surya (sunblock). Tiga langkah membersihkan, melembabkan, dan melindungi (proteksi) inilah yang minimal harus kita kerjakan setiap hari untuk kulit kita.
Kebersihan kulit adalah hal pertama yang tidak bisa ditawar-tawar untuk kulit sehat. Kulit yang kotor rentan terjadi komedo, jerawat, milia, dan kelainan kulit lainnya. Dengan pelembab, kulit akan terhindar dari kekeringan. Kulit kering selain kasar dan tidak nyaman, juga rentan terhadap iritasi, luka dan keriput. Kemudian pelindung, bertujuan melindungi kulit dari paparan ultraviolet sinar matahari dan radikal bebas yang bersifat merusak sel-sel kulit.
Banyak produk perawatan kulit yang bisa dilirik. Tidak perlu mahal, yang penting sesuai dengan usia, jenis kulit (normal, kering, berminyak atau kombinasi), kebutuhan atau permasalahan kulit yang ada. Jika bingung, jangan segan-segan diskusikan dengan dokter kulit anda untuk membantu menentukan perawatan yang sesuai.
Setiap anda memiliki karakteristik kulit yang unik, dengan kebutuhan yang berbeda-beda. Kesehatan kulit tidak saja bergantung pada kulit itu sendiri, tetapi juga berkaitan dengan usia, status kesehatan, hormon, lingkungan (ultraviolet, polusi, asap rokok, dsb), pekerjaan, gizi, psikis/stress emosional, dan gaya hidup. Sehingga jika misalnya anda datang dengan masalah kulit, biasanya dokter akan melakukan pendekatan personal (personalized therapy). Pada kasus yang sma, penanganan, proses dan respons pengobatan akan berbeda-beda pada setiap orang.
Jika ada yang mengatakan, bahwa sekali kita merawat ke dokter kulit, maka kita akan ketergantungan dengannya, sesungguhnya pendapat ini tidak perlu ada, jika kita memahami betul arti kesehatan kulit dengan berbagai faktor yang mempengaruhinya. Ibarat rumah kita yang perlu setiap hari dibersihkan, demikian pula kulit kita perlu dibersihkan dan dirawat setiap hari.
Jika kita sudah merawat dan kulit kita sudah bagus/sehat, kemudian kita berhenti merawatnya, tentunya kulit kita akan kembali kusam dan tidak sehat. Karena tanpa kita sadari, setiap waktu kulit kita tidak dapat menghindar dari pengaruh negatif yang berasal dari luar/lingkungan maupun dari dalam tubuh. Sehingga perawatan kulit itu sebaiknya tanpa henti, tidak saja perawatan dari luar, tetapi juga dari dalam tubuh, termasuk nutrisi dan suplemen/vitamin yang cukup.
Begitu pula jika dikatakan perawatan kulit akan membuat kulit kita tipis; adalah tidak benar. Justru sebaliknya, yang dilakukan oleh dokter kulit bertujuan untuk terus memelihara regenerasi sel-sel, hingga didapatkan struktur kulit dengan sel-sel dan jaringan penunjang kulit yang lebih sehat, kenyal dan kuat. Hal ini dibuktikan secara medis dan dapat dilihat mikroskopis perbedaannya, antara sebelum dan sesudah perawatan.
Kalau dulu mungkin kita kurang perhatian karena merasa tidak pernah memiliki masalah dengan kulit, tetapi ketika usia mendekati kepala 3, bingung dengan masalah kulit datang satu persatu, dari mulai kulit kering, kasar, kusam, flek, jerawat batu, sampai kerut-kerut halus. Mengapa? Hal ini terjadi karena dengan merambahnya usia, fungsi kulit menurun, termasuk fungsi metabolisme dan regenerasi sel-sel. Untuk itu, memang pada usia ini perawatan perlu dilakukan lebih intens.
Perawatan peremajaan kulit (skin rejuvenation), adalah perawatan kulit yang dianjurkan untuk usia 30 tahun ke atas. Dengan program Skin Health Restoration yang biasa dilakukan oleh dokter kulit, diharapkan kulit dapat dikembalikan fungsinya seperti pada kulit remaja, melalui perawatan kontinu dan terprogram (terdiri dari tahap koreksi, perbaikan dan pemeliharaan/maintenance).
Memang rasanya kita tidak mungkin mengharapkan kulit kita sebagus ketika kita bayi atau remaja, namun setidaknya tentu kita ingin memiliki kulit yang bersih, cerah, dan segar bukan? Mengapa tidak?